Sunday, February 12, 2012

Lagi-lagi uang


Wednesday, February 08, 2012  10:07:52 AM

Mengapa harus diciptakan uang didunia ini? Apakah anda pernah berpikir, uanglah yang memisahkan kita. Saya sering iri dengan orang-orang yang berkelebihan, kelebihan mereka dapat mereka manfaatkan untuk mengembangkan diri mereka, lebih dari apa yang saya bisa lakukan. Ini serius, membuat langkah saya seolah berat, membuat saya terkadang putus asa ketika melihat mereka hanya dengan uang mereka untuk maju mereka hanya memerlukan beberapa langkah kecil, sementara saya? Apa? Butuh langkah yang berat dan panjang untuk melangkah maju. Tidak sebanding rasanya.

Saya bukannya tidak mensyukuri apa yang ada pada diri saya, Agama saya selalu mengajarkan untuk selalu bersyukur dalam segala hal, ya saya mensyukuri apa yang saya dapat, tapi terkadang saya bersaing dengan orang-orang yang kemampuannya tidak seimbang dengan saya, itu yang membuat saya putus asa.

Hingga beberapa saat yang lalu saya masih berpikir kalau ini semua tidak seimbang, namun tiba-tiba saya seperti mendapat pencerahan kembali (maksud dari kembali disini karena sebelumnya saya sudah pernah berpikiran seperti ini), pantas mereka langkahnya dimudahkan sekarang, mereka selalu konsisten dengan langkah mereka sebelumnya, dan mereka sudah lebih dulu memulai melangkah sebelum saya mulai melangkah. Sedangkan saya?


Uang, yang membuat persaingan ini terkadang menjadi tidak adil

sumber gambar : ekonomi.kompasiana.com

Ceritanya begini, saya ingin memasuki sebuah Institut teknik tebaik menurut saya di Indonesia ini, perjuangan masuk kesana begitu berat rasanya, saya hanya seorang siswa yang dikatakan orang berasal dari sekolah yang hampir tidak dipandang (maksud saya tidak unggulan) dalam sejarah sekolah mungkin tidak pernah ada alumni yang berhasil melanjutkan kesana. Dibanding orang lain yang bersekolah di sekolah ternama, saya jelas jauh ketinggalan, bukan hanya saya saja yang merasakan begitu karena hampir semua orang yang begitu, guru, tentor saya dibimbel, dan orang yang mengerti pendidikan. Langkah pertama yang harus saya lewati yaitu merubah paradigm dalam tersebut dalam diri dan pikiran saya, dan saya rasa itu telah berhasil, namun langkah selanjutnya, mengejar ketertinggalan pelajaran yang saya alami, ini yang terdengar dan terasa sulit bagi saya. Mereka (teman-teman saya yang bersekolah disekolah unggulan) sudah terbiasa dengan tipe soal yang berat, tingkat tiga keatas, sementara saya? Hanya mengerti konsep dan sedikit dalam penerapannya, dan sekarang mungkin saya sudah mulai lupa terhadap konsep itu. Saya harus mulai mengejar itu, tapi itu sulit bagiku, masalah waktu dan semangat sekarang. Waktu ku yang kurang ditambah lagi dengan semangatku, yang turun naik tidak menentu. Lalu satu lagi mengulang pelajaran yang sulit, dengan tipe soal tingkat tiga keatas, yang saya biasanya hanya mengerjakan soal tingkat satu dan dua. Hhmm entahlah sekarang waktu istirahat disekolah saya  dan semua cerita ini telah membuat saya sadar dan semangat saya bangkit kembali, saya akhiri tulisan ini dengan kata-kata “JAGA SELALU SEMANGATMU, TUNGGU KEBERHASILAN KEMBALI KEPADAMU” saya mau membuka buku dna belajar kembali


0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :