Sunday, March 11, 2012

Sekolah keahlian bagi mereka yang benar-benar ingin langsung Bekerja bukanya SMA


Thursday, February 23, 2012  

Pada saat jam terakhir belajar tadi, kelas saya kedatangan tamu dari sebuah institusi pendidikan keahlian untuk mempromosikan atau lebih halusnya memperkenalkan institusi pendidikan mereka kepada kami siswa-siswi SMA yang akan tamat. Saya menaruh perhatian lebih kepada mereka karena mereka menawarkan program keahlian 1 tahun (D1) namun dengan sertifikat komputer bukan program Diploma. Cukup menarik diikuti tapi cita-cita saya bukan bekerja.
Pada kali ini yang ingin saya sampaikan bukan mengenai institusi pendidikannya namun mengenai pendidikan. Yah, begini, saya sudah sedikit muak rasanya dengan sistem pendidikan di Indonesia ini, yah yang entah gimananya terlalu semrawutan saya rasa, tapi memang tidak semua, hanya mungkin yang bagus itu beberapa sekolah saja yang sudah bertaraf atau berstandar ISO, selebihnya entahlah saya tidak tahu mau bilang apa. Mulai dari sistem pendidikan, kurikulum, manajemen, fasilitas, dan banyak lagi saya rasa. Sebelumnya saya lanjut lebih jauh, saya merupakan orang yang mungkin belum menjadi apa-apa, orang yang belum pernah menduduki bangku pendidikan tinggi, mungkin saya dalam menulis tidak ilmiah dan tidak berdasarkan bukti-bukti namun tulisan ini merupakan curahan hati saya terhadap apa yang saya rasa salah.

Revolusi di bidang pendidikan itu yang saya harap, pendidikan merupakan tanggung jawab setiap orang, dan saya rasa walaupun saya masih seperti ini saya merasa bertanggung jawab terhada pendidikan.  Perubahan yang saya harapkan disini yaitu bagaimana pendidikan itu bukan hanya tempat untuk belajar tapi juga tempat untuk mendapat didikan. Tapi lebih dari itu pendidikan dapat mengajarkan kita keahlian yang dibutuhkan untuk kerja.

Saya sempat terhenyuk ketika pemerintah kita mengumumkan akan berencana membuat program wajib belajar 12 tahun (6 tahun SD, 3 Tahun SMP, 3 Tahun SMA) apakah yang ada dalam pemikiran para petinggi-petinggi tersebut dengan membuat hal tersebut? Saya sampai sekarang tidak tahu apa yang mereka pikir atau apakah tujuan mereka. Apakah tidak terlalu lama 12 tahun? Ditambah lagi nanti bila melanjtutkan ke program Diploma-3 selama 3 tahun. Jadi untuk mempersiapkan seeorang untuk dapat bekerja minimal membutuhkan waktu 15 tahun? Jadi fresh graduated yang akan dihasilkan nanti akan berumur minimal 21 tahun?

Tidakkah terlalu tua itu? Atau tidakkah terlalu lama pendidikan itu? Adakah jalan lainnya? Tanyalah pada rumput yang bergoyang.

Sewaktu saya belajar fisika di SMA, ditengah-tengah belajar, guru saya sempat bercerita mengenai pengalamannya dalam menempuh kuliah di Belanda. Ya guru saya itu tamatan S2 dari belanda jurusan teknik Fisika kalau tidak salah dari salah satu Universitas ternama di Belanda. Dia berkisah kalau di belanda itu sistem pendidikannya itu berdasarkan tingkat kecerdasan dari masing-masing individu, jadi begitu tamat sekolah sejenis SMP, maka setiap siswanya akan di test untuk kelanjutan studi mereka, bila IQ mereka mencukupi mereka akan melanjutkan ke sekolah Sejenis SMA dan Universitas namun bila (maaf) IQ mereka diatas rata-rata mereka akan ditempatkan pada sekolah-sekolah keahlian. Jadi dengan kata lain Universitas mereka dipenuhi oleh orang-orang yang mampu (kecerdasan) dan ingin belajar, bukan nya seperti yang saya lihat sekarang ini di Indonesia.

Seharusnya Pendidikan Keahlian, memang benar-benar mempersiapkan lulusannya untuk bekerja, bukannya lulusan untuk selanjutnya melanjutkan ke Perguruan Tinggi, (Walau memang tidak ada yang melarang)


Ya bisa dikatakan kita juga memiliki, sekolah-sekolah keahlian tersebut yaitu SMK, tapi apakah itu sudah cukup? Banyak dari siswa mungkin saja masih menganggap SMK sebagai sebuah sekolah lanjutan. Lalu guru saya pernah bercerita bahwa kalau di SMK kurikulumnya pun terlalu berat karena selain belajar program keahlian mereka juga katanya diajarkan materi di SMA.

Entahlah tapi menurut saya, sekolah keahlian yang pas itu untuk pendidikan kita yaitu seperti program keahlian D1 seperti yang saya ceritakan diawal tadi. Namun bukannya untuk tamatan SMA atau SMK sederajat tapi, untuk tamatan SMP. Dan apa yang diajarkan seharusnya memang benar-benar apa yang diperlukan untuk dunia pekerjaan nantinya.

z>——(---)——<z

0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :