Monday, November 12, 2012

ALZHEIMER

Sebuah kisah nyata dari seseorang :


ALZHEIMERSaya adalah seorang Perawat disebuah Rumah Sakit kecil. Pagi itu klinik sangat sibuk, Sekitar pukul 09:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka diibu jarinya . Saya menyi
apkan berkasnya & memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Saya merasa kasihan, Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru, Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, sepert Ia yg dilakukannya sehari-hari, Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu yang lalu & istrinya mengidap penyakit ALZHEIMER

Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat, Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mangenalinya sejak 5 tahun terakhir.

Saya sangat terkejut dan berkata : “ Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? “
ALZHEIMER ~ "Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masih mngenali dia, kan ?"


Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata: "Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masih mngenali dia, kan ?"

Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi. Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidupku.

ALZHEIMER ~ Makna yang bisa kita ambil :
Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.
Cinta sejati » menerima apa adanya:
☑ yg terjadi saat ini
☑ yg sudah terjadi
☑ yg akan terjadi
☑ yg tidak akan pernah terjadi..

0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :