Monday, December 3, 2012

Berpikir Positif

Berpikir Positif ~ Kisah Nyata...!!
Seorang janda miskin Siu Lan punya anak umur 7 tahun bernama Lie Mei. Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjual kue dipasar, karena miskin Lie Mei tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya. Pada suatu musim dingin saat selesai bikin kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sudah rusak dan Siu Lan berpesan pada Lie Mei untuk menunggu dirumah karena ia akan membeli keranjang baru.

Saat pulang Siu Lan tdk menemukan Lie Mei dirmh. Siu Lan begitu menjadi sangat marah. Putrinya benar-benar tidak tau diri, hidup susah tapi masih juga pergi main-main, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu rumah. Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu rumahnya dikunci dari luar agar Lie Mei tidak dapat masuk. Putrinya mesti diberi pelajaran, pikirnya geram.

Sepulang dari jual kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak didepan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung-raung, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong Lie Mei masuk kerumah. Siu Lan mengguncang-guncang tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba-tiba sebuah bingkisan kecil jatuh dari tangan Lie Mei. Berpikir Positif ~Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membuka isinya. Isinya sebuah biskuit kecil yg dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yang ada dikertas adalah tulisan Lie Mei yang berantakan tapi dapat dibaca, "Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah, uangku tidak cukup utk membeli biskuit yang besar… Mama selamat ulang tahun".

Berpikir Positif Si Ibu memeluk anaknya dengan perasaan sedih


Berpikir Positif KISAH NYATA ini dimuat di harian Xia Wen Pao-Cina, thn 2007.

(Negative thinking dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup)

(Think Positive Berpikirlah bijak sebelum bertindak, penyesalan selalu datang terakhir)

Emosi adalah kecepatan lidah bekerja dibandingkan dg pikiran. Semoga jd berkat utk di renungkan bersama.

0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :