Wednesday, April 10, 2013

Kisah Hidup Ayub

Setiap membaca Al-kitab, saya selalu terkesan dengan cerita, dan kisah-kisah yang ada di Al-Kitab, mulai dari kisah penciptaan, kisah mengenai Bapa Abraham, kisah mengenai musa hingga kisah-kisah dari nabi Samuel.
Ayub yang mengalami Sakit Kusta

Ada satu kisah menarik di Al-kitab yang menarik perhatian saya, walaupun memang sejauh ini setiap kisah yang diceritakan di Al-kitab semua hampir hampir menarik namun satu kisah ini yang menurut saya menghentak sekali terhadap sisi kehidupan kita (sejauh saya membaca Al-kitab yang saat ini baru sampai kita Yeremia).

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah hidup Ayub ini, bagaimana kesetiaanya untuk percaya Kepada Tuhan, walaupun dengan segala kejatuhan cobaan yang dialaminya, mulai dari kehilangan harta dan tiba-tiba jatuh miskin, lalu meninggalnya semua anak-anaknya, penyakit kusta yang dialaminya, istrinya yang tidak setia dan meninggalkannya, hingga sahabat-sahabatnya yang meninggalkannya.

Semua penderitaan itu dijalaninya dengan setia, dia tetap percaya dan hanya berharap kepada Tuhan. Semakin dia setia semakin dia dicobai oleh iblis, walaupun dia sempat mempertanyakan apa yang dia alami namun pada akhirnya dia meminta maaf, dan tetap setia berharap kepada Tuhan.

Pada saat itu Ayub yang merupakan orang terkaya di negerinya, tiba-tiba saja kehilangan semua harta yang dimilikanya. Sesuatu yang sangat mengejutkan, bagaimana mungkin dari orang terkaya di negerinya, hingga menjadi orang termiskin di negerinya? Siapa yang dapat menerima hal itu? Pasti banyak tanggapan orang mengenai hal terjadi pada Ayub mengenai harta-hartanya yang tiba-tiba hilang terkena musibah, orang berpikiran kalau Ayub merupakan orang yang berdosa, dan itu hukuman dari dosa-dosanya, padahal di awal kitab Ayub disebutkan bahwa ia adalah orang baik dan taat kepada Tuhan, dan memang benar adanya. Namun karena hal-hal yang terjadi padanya tersebut, orang jadi menganggap dia orang jahat, dan kebaikan yang dilakukannya hanya pura-pura semata, dan karena itulah makanya dia mendapatkan hukuman tersebut. Namun itu semua hanya anggapan orang semata. Seperti yang kita baca di kitab Ayub, memang tertulis dia setia, dan banyak yang mengakuinya.

Dari kejadian yang dialami Ayub dengan kehilangan hartanya juga, saya mendapat pelajaran bahwa harta bukanlah segalanya, bukan hanya harta yang menjadi tujuan hidup kita. Memang selama hidup di dunia kita membutuhkan uang, namun percaya saja kalau Tuhan akan memenuhi semua kebutuhan kita.

Kisah Ayub juga mengajarkan saya bagaimana harta sebanyak apapun tidak berguna sama sekali, karena memang itu tidak abadi. Dan dapat dengan mudah hilang. Selama kita mempunyai harta pergunakanlah itu sebaik-baiknya, jangan sia-siakan. Kita gak tahu kapan kita akan kehilangan, atau kehabisan harta tersebut, kita juga tidak tahu kapan kita mati?

Dengan harta yang kita punya kita dapat membantu orang, sebelum kita nantinya mungkin akan di bantu. Harta kita tidak akan abadi berada di kantong kita, setiap saat Tuhan dapat dengan mudah mengambilnya.


0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :