Thursday, August 29, 2013

Hal mengenai Ketakutan

Ketika ditanya apa yang menjadi ketakutanmu sekarang? Apa yang kira-kira akan anda jawab?

Kalau saya ditanya hal tersebut saya mempunya beberapa hal yang menjadi kegelisahan dan ketakutanku.

Pertama ketakutanku ialah "aku takut ketika aku menjalani jalan-jalan hidupku tidak di jalan yang Tuhan kehendaki" ini menjadi ketakutan ku yang pertama dan utama, serius, dalam beberapa hal hidupku, aku pernah mengalami ketika aku tidak berada dijalan yang Tuhan kehendaki, ketika itu terjadi hidup kita akan berantakan, dan semua yang kita perbuat gagal walaupun mungkin orang-orang akan menganggapmu berhasil tapi tidak dengan kata hati-mu. Kata hati-mu akan teringkari ketika engkau tidak berada di jalan Tuhan (itupun kalau hatimu masih peka, orang yang sudah lama meninggalkan jalan Tuhan, hatinya akan tidak peka). Hal yang utama dan terutama dalam aku bertindak, aku selalu berusaha untuk terus berada dijalan yang Tuhan kehendaki, yah walaupun terkadang hatiku masih mengikuti keinginan dunia, tapi tetap aja ketika aku tidak mengikuti kehendak Tuhan, aku serasa membohongi batinku, begitu jugakah dengan kamu?

Kedua yaitu "takut berbuat dosa" yah 2 hal yang paling saya takuti dalam hidup ini kedengaran agak rohani, tapi memang benar inilah yang saya takuti. Saya selalu takut ketika aku berbuat dosa, karena dosa dapat menjauhkan kita dari Tuhan, benar dosa itu dapat menjauhkan mu dari Tuhan. Ketika aku berbuat dosa, aku selalu merasa bersalah (ketika sadarnya telah berbuat dosa) yab bersalah karena telah mengingkari kasih Tuhan, Tuhan telah begitu baik kepadaku, tapi kenapa aku masih juga mengingkarinya dengan berbuat dosa? Aku takut apakah karena dosa itu nanti kasih karunia Tuhan yang telah di berikannya kepada kita akan hilang, dan dicabut kembali. Itu yang menjadi ketakutanku ketika berbuat dosa. Aku hanya manusia biasa yang kadang tidak luput dari dosa, hidupku tidak terlalu suci dan masih sangat-sangat banyak kekurangan, walaupun aku takut dalam berbuat dosa namun terkadang dalam beberapa hal aku gak tahu aku telah melakukan dosa, aku di butakan oleh iblis terkadang dalam beberapa hal sehingga aku terkadan berbuat dosa tanpa kusadari.

Sebenarnya ketakukanku yang selanjutnya adalah "takut kehilangan kasih karunia Allah" tapi ini sebenarnya lebih cocok ke ketakutan yang pertama. Dan ketakutan ini masih berhubungan dengan ketakutan ku yang kedua (ketakutan aja masih berhubungan hahahha) Aku takut kehilangan kasih karunia Allah, karena aku hidup didunia ini, dapat makan, dapat Kuliah di ITB, dapat menjalani hari-hari ku, dapat semua yang kudapat dan orang lain belum tentu mendapatkan. Aku bersyukut banget atas semua itu, tapi aku takut ketika semua itu ditarik lagi daripadaku, apakah aku masih bisa bertahan dan kuat. Oleh karenanya aku takut untuk berbuat dosa dan tidak menjalani hari-hariku tidak di jalannya Tuhan. Karena kedua hal tersebut dapat membuat Tuhan untuk mencabut kembali kenikmatan kasih karunia yang daripadanya.

Ketakutanku yang ketiga (ketakutan yang sebelumnya masih berhubungan dengan ketakutan yang kedua dan pertama, jadi ini masih yang ketiga) yaitu ketakutan akan kehilangan dan perpisahan. Dalam setiap pertemua pasti ada perpisahan, dan aku menjadi benci terkadang terhadap sebuah pertemuan, karena pada akhirnya nanti akan berpisah. Yah beberapa kali aku kehilangan teman-teman dan sahabatku karena aku harus berpisah jauh dengan mereka. Aku merasa kehilangan sekali, hingga-hingga pernah sampai aku menjadi benci sebenci bencinya ketika berkenalan dengan orang. Namun seraya dengan bertumbuh dewasa aku menyadari bahwa memang perpisahan itu harus ada, dan kita tidak akan bisa menghindarinya. Aku juga takut akan kehilangan, kehilangan kasih sayang dari orang-orang yang aku sayangi, keluarga. Kehilangan teman dan kehilangan sahabat, karena ketika kita merasakan kehilangan ini, gak ada dapat yang menggantikannya di dunia ini (tanpa mengurangi rasa hormat dan takjub kepada kasih dari Tuhan, karena dia sungguh dahsyat luar biasa dalam mengasihi kita). Aku selalu meminta kepada Tuhan untuk menjaga orang-orang yang kukasih agar aku tidak kehilangan mereka, yah walaupun aku tidak beraksi secara nyata untuk menjaga mereka :( Semoga Tuhan selalu menyertai orang-orang yang aku cintai disana.

Sakit, selanjutnya hal yang aku takuti adalah sakit, yah aku sangat takut kalau aku sakit, karena sakit itu gak enak loh, sakit itu dapat menghalangi semua kegiatan kita, karena ketika sakit itu, serasa kita gak bisa berbuat apa-apa. Sakit dapat menghalangi segalanya, kegiatas persekolahan, kegiatab perkuliahan, kegiatan perkantoran, belajar, dan lain-lain bahkan hingga menulis artikel di blog ini :)

Selanjutnya ketakutan ku ialah terhadap Indonesia, bukan sok-sok nasionalis, tapi memang aku benar-benar takut dengan masa depan bangsa Indonesia. Aku tidak takut untuk masa depanku, atau aku tidak takut terhadap masa depanku di Indonesia ini, tapi aku takut akan masa depan bangsa Indonesia, dengan rakyatnya, dengan pulau-pulau dan sungainya dengan semua orang yang berada disini, dan dengan semua yang dimiliki Indonesia, baik yang mungkin aku ketahui dan tidak aku ketahui. Aku yakin Tuhan akan memperhatikan masa depan bangsa Indonesia, dan aku yakin Dia tidak akan tinggal diam dengan bangsa Indonesia, tapi yang aku takutnya ketika nanti Tuhan marah melihat anak-anakNya, yang bahkan untuk hanya sekedar mengucap syukur aja dilarang oleh orang-orang yang juga bangsa Indonesia Sendiri. Aku yakin Tuhan akan menolong ku, dan para orang yang percaya kepada-Nya lainnya, tapi apakah Tuhan akan membinasakan orang-orang yang menghianati-Nya, dan membeci-Nya di tanah airku di Indonesia ini dengan turut juga membinasakan tempatnya? (dalam pikiranku melalui bencana). Aku yakin tidak, Tuhan akan tetap baik kepada semua orang, tapi sampai kapan orang-orang yang tidak bisa menerima perbedaan untuk tinggal dengannya, masih membenci Tuhan?


Sampai saat ini baru itu yang aku takutkan didalam hidupku, Aku gak takut kalau aku gak makan hari ini, aku gak takut kalau aku gak ada uang hari ini, karena aku punya Tuhan yang luar biasa, terimakasih Tuhan


0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :