Saturday, July 19, 2014

Apa yang kamu inginkan

Dulu aku sempat mempunyai sebuah komputer, lebih tepatnya mungkin komputer abang, yang ketika itu dia pindah tempat pekerjaan dan domisli, sehingga komputer tersebut diletakkan di rumah. Aku berpikir kesempatan yang bagus untukku untuk belajar secara mendalam komputer. Aku bongkar pasang bagian software komputernya, semua program aku install dengan tujuan untuk coba-coba.

Lalu ketika abang telah menikah dan tinggal dirumahnya, disinilah aku harus berpisah dengan komputer. Bagaimana perasaanku? Sedih karena yang biasanya aku menggunakan komputer beberapa jam sehari, sekarang jadi tidak bisa, atau harus pergi dulu ke warnet untuk hanya sekedar bermain komputer. Kegiatan belajarku pun sempat terhenti. Susah memang belajar komputer tanpa kita memiliki komputer ditangan kita.

Namun aku, berpikir. Tidak punya komputer bukanlah penghalang bagiku untuk berhenti belajar komputer. Yah, aku tidak boleh berhenti belajar komputer. Dalam waktu dekat aku yakin aku pasti akan memiliki komputer sendiri. Aku tidak boleh berhenti belajar.

Aku tidak berhenti belajar, walaupun tidak bisa mempraktikan apa yang aku baca dari buku secara langsung dari komputer. Terutama ketika itu aku belajar pemrograman pascal. Luar biasa, susah. Aku beruntung buku yang menjadi acuanku kala itu bukanlah buku yang benar-benar mempelajari pascal, tapi buku mengenai algoritma pemrograman.

Dikala tidak ada komputer, aku selalu menyempatkan diri ke warnet, ketika aku mempunyai uang, aku ke warnet hanya untuk sekedar browsing atau mempraktikan ilmu yang baru aku pelajari dari buku. Setiap ke warnet aku harus menginstal program yang sama, download manager, pascal compiler dan program lainnya.

Aku merasa disaat ini kemampuanku berkembang sangat pesat dibandingkan ketika aku dulu mempunyai komputer untuk diotak-atik. Disini aku memang berasa belajar secara serius.

Menunggu orang tua mempunyai rezeki untuk membelikan aku sebuah komputer, aku tak putus-putusnya berdoa dan meminta kepada Tuhan, agar Dia dapat mengabulkan permohonanku.

Praise the Lord, waktunya tiba. Tuhan mendengar doaku. Aku mempunyai sebuah komputer, bahkan bukan hanya sebuah komputer, tapi lebih dari itu, sebuah komputer jinjing (laptop) yang bisa aku bilang cukup canggih saat itu, bahkan 4 tahun kemudian, komputer jinjing tersebut masih mampu bersaing dengan komputer masa kini (baca : tidak ketinggalan jauh).

Aku bersyukur pilihanku tepat dengan tidak berhenti berharap dan yang paling penting tidak berhenti belajar waktu itu. Ketika aku memilikinya (laptop tersebut) aku tidak benar-benar buta, atau harus belajar dari nol kembali, bahkan ketika itu aku bisa menginstall sendiri sistem operasi pada laptop tersebut dengan software-software pendukung lainnya.

Sekarang, aku memiliki sebuah keinginan (mungkin satu dari sekian banyak keinginannya). Ah aku baru ingat, dua dari sekian banyak keinginanku. Yang pertama, Saat ini aku ingin memiliki secara pribadi sebuah drone (atau mungkin lebih tepatnya quadcopter), sebuah wahana terbang yang terdiri atas 4 atau 8 baling-baling. Memiliki entah itu aku buat sendiri atau itu aku beli langsung jadi (tapi aku lebih prefer buat sendiri agar aku mengerti dengan teknolog hardwarenya bukan hanya softwarenya)

Beginilah penampakan drone tersebut
sumber gambar : http://www.bostonmagazine.com/news/blog/2014/01/14/state-officials-want-regulate-drone-use/
Apa tujuanku ingin memilik drone ini? Aku pernah menonton sebuah video di Ted yang memperagakan pertunjukan drone yang fantastis, algoritma pemrograman yang super kompleks, drone tersebut mampu melakukan banyak hal. Aku ingin mempelajarinya dan mengembangkannya, hal itu membuatku terpesona.

Yang kedua aku ingin memiliki sebuah Robot Humanoid (atau mungkin membuat), sekelas Nao kalau bisa, atau Darwin, atau mungkin yang lebih sederhana lagi tidak apa-apa. Aku sangat terpesona dengan robot-robot yang memiliki kepintaran untuk menirukan manusia.

Entah kapan itu akan terlaksana aku tak tahu, sebagai manusia aku hanya bisa berharap dan berdoa, tidak lupa aku belajar untuk mempersiapkan kemampuanku nanti, ketika suatu saat aku dapat memilikinya aku tidak benar-benar belajar dari nol lagi. Dan juga berusaha, berusaha untuk mengumpulkan uang (walau ini kemungkinannya kecil, apalah aku sebagai mahasiswa dengan harga hal-hal tersebut yang cukup mahal), namun aku percaya :)

Bandung
16 Juli 2014


0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :