Wednesday, December 24, 2014

Jadikanlah atau Mampukanlah

Dalam sebuah tulisan renunganku malam tadi, aku mencoret kata "jadikanlah" dan mengubahnya menjadi "mampukanlah". Ada perasaan yang luar biasa ketika aku melakukan itu.

Dalam diriku aku berpikir begini, ketika aku menulis jadikanlah, aku hanya meminta kepada Tuhan, Tuhan aku ingin ini, kau sungguh Tuhan yang berkuasa, kau mampu menciptakan langit dan bumi dan segala isinya dengan firmanmu, aku yakin engkau pasti mampu memberika ini kepadaku. Namun ketika aku mengganti kata-kata jadikanlah menjadi mampukanlah, suatu hal yang terjadi lebih lagi dalam diriku. Aku menjadi berpikiran, Tuhan aku ingin ini, aku akan berusaha menggapainya, aku percaya kepada-Mu.

Sebuah semangat baru menjadi dalam diriku. Aku menjadi mendapat sebuah perspektif baru dalam doaku. Sesuatu kesadaran yang bahwa aku tidak hanya meminta saja dan menunggu, tapi benar-benar meminta kepada Tuhan namun tetap juga tidak lepas tangan dan tinggal Tuhan yang menyediakannya, berusaha.

Flash back pada kejadian yang telah berlalu, dan dalam doaku selama ini, aku terlalu manja dengan hanya meminta, Tuhan berikanlah, Tuhan Jadikanlah, engkau luar biasa. Dan setelah itu aku menunggu dan benar-benar menunggu. Ketika hal itu tidak juga Tuhan berikan, sebagai manusia yang bodoh, aku marah, putus asa dan meninggalkan Tuhan. Bodoh, sesuatu yang sia-sia.

Aku bersyukur, aku dapat mengalami hal ini, walaupun telah banyak mungkin khotbah yang aku dengar atau renungan yang aku alami, tapi aku tak pernah benar-benar mempraktekkannya hingga akhirnya aku menyadarinya lewat kejadian langsung yang menyadarkan diriku.

7 Desember 2014

0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :