Saturday, December 27, 2014

Terbaik dalam 15 menit

Aku baru saja membaca kembali sebuah buku yang menarik, yang dulu pernah aku baca namun belum sempat terselesaikan olehku. Judulnya "Sorotan Iman" yang ditulis oelh Bill Crowder. Ada satu hal yang menarik dalam buku tersebut. Suatu renungan yang dapat dijadikan sebuah pembelajaran bagi diriku sebagai seorang yang labil dan sedang mencari identitas diri.

Dalam Prakata, Bill Crowder mengutip sebuah perkataan dari Andy Warhol dalam bukunya, "pada masa mendatang setiap orang akan menjadi terkenal di dunia ini selama 15 menit." Dan dia menceritakan bagaimana seorang pegolf Bob May pada Agustus tahun 2000 mampu bersaing dengan pegolf tingkat dunia yaitu Tiger Woods, dan memaksakan suatu pertandingan yang seimbang, hingga pada akhirnya memang Tiger Woods yang menang. Yang menarik adalah pada saat itu Bob May menjadi pusat perhatian, setelah dia kembali menjadi seorang yang tidak di kenal.

Cerita lainnya mengenai Hilary Lunke yang pada tahun 2003 bertanding melawan para pegolf wanita terbaik dan terkenal di dunia di Pumpkin Ridge, Oregon. Dan dia memenangi pertandingan tersebut, dan hingga pada saat ini kemenangan tersebut menjadi yang paling berarti baginya. Karena sebelum dan setelahnya pun, tidak ada kemenangan yang diraihnya. Dan sebuah media elektronik mengabarkan, "Satu-satunya tujuan ia mengikuti turnamen pada tahun 2003 ialah untuk memenangi satu turnamen, untuk mendapatkan satu minggu yang akan selalu istimewa untuk dikenang, tak peduli dengan apapun yang terjadi dalam hidupnya."

Seketika setelah aku selesai membaca bagian buku tersebut, aku merefleksikan dalam kehidupanku. Selama ini, hal tersebutlah yang aku lakukan, aku selalu mengejar 15 menitku. Aku mengejar 15 menit-15 menit terbaik agar dapat dikenang tanpa memperdulikan waktu diluar 15 menit tersebut. Ketika aku mendapatkan 15 menit tersebut, aku terlalu berbangga akan hal tersebut, dan berpikir aku telah luar biasa dengan hanya 15 menit tersebut, dan melupakan banyak 15 menit lainnya. Dan pada akhirnya 15 menit tersebut menjadi sesuatu yang hanya kenangan.

Sebuah pemikiran yang salah akan 15 menit, karena kehidupan itu bukan hanya 15 menit, namun kehidupan adalah seluruh hidup.


dikehangatan malam, ketika aku baru berputus asa akan imanku, dan berusaha untuk memaafkan diriku.

RHP
Bandung 8 Desember 2014

0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :