Thursday, January 15, 2015

6 Mitos tentang Entreprenuership

Seperti dalam tulisan saya yang lalu tentang Kuliah Online Dapat U$1000 yang saya ikuti, saya telah berjalan di minggu pertama perkuliahan di sini. (Bila anda tertarik untuk mengikuti Course-nya juga silahkan kunjungi Entrepreneurship 101: Who is your customer?) Dan di minggu pertama perkuliahan ini salah satu materinya adalah 6 Mitos tentang Entreprenuership. Saya akan membagikannya di tulisan ini, karena hal ini cukup menarik, namun dalam tulisan ini ada sedikit catatan yang berasal dari Opini saya, yang mungkin salah dan tidak tepat. Anda bebas untuk menyampaikan Opini anda bila tidak setuju dengan apa yang saya tulis dengan meninggalkan komentar. Mari kita berdiskusi,


  • Entreprenuer are born, not made

Penjelasannya adalah Entreprenuer memiliki skill yang dapat memberikan keuntungan bagi mereka untuk menjadi seorang Entreprenuer yang sukses. Skill ini antara lain Management, Sales, Product Consumption, dan kabar baiknya bagi kita adalah skill tersebut bukan merupakan sesuatu yang diwariskan secara genetik kepada beberapa orang yang beruntung, anda bisa meningkatkan kemampuan untuk menjadi seorang entrepreneur.

Dan memang benar, kita dapat menjadi seorang entrepreneur dengan terus meningkatkan kemampuan kita. Pada beberapa kasus saya melihat beberapa garis keturunan dari orang-orang sangat identik dengan jiwa entrepreneur, seperti misalnya orang Padang yang terkenal dengan jiwa dagang mereka, orang Tionghoa juga, dan beberapa ada keluarga yang dari kakek-orangtua-hingga ke anak-anak mereka yang menjadi pengusaha atau pedagang.

Saya juga berpikir awalnya ada faktor genetik pada hal ini, namun belakangan saya menyadari bahwa mereka dalam kehidupan mereka telah terbiasa dan hidup dalam lingkungan sebagai pengusaha atau pedagang. Dan jiwa pengusahanya semakin hari, semakin terasah.


  • Individuals start Companies.

Penjelasannya adalah di balik cerita sukses seorang Entreprenuer kita akan menemukan tim yang beraneka ragam yang membantu seorang founder untuk membuat usaha tersebut berhasil. Jadi itu bukan kerja dari seorang Bill Gates sendiri sehingga dia dapat sukses.

Sesuatu yang masuk akan memang, dan dalam kenyataannya founder ada yang diikuti oleh co-founder. Saya beberapa kali menemukan hal ini pada beberapa start up yang saya temui di dunia maya. Di balik Founder dan Co-Founder dalam start up tersebut, saya menemukan orang lain yang turut bekerja, namun tidak terekam oleh media. Orang-orang yang mengurusi hal-hal yang berbeda dengan yang diurusi oleh Founder dan Co-Founder (dan mungkin hal-hal yang tidak bisa diurusi oleh mereka).

Yah, ketika kita jago dalam suatu hal, dan tidak jago dalam hal lainnya, disitulah kita membutuhkan orang lain untuk mencapai keberhasilan bersama.


  • Entreprenuers are the smartest people in the room

They are "it's just that they tend to focus on something that deeply fascinates them, and then go into hype-focused mode. As a result, their grades are reflection on their interest. And as students, entrepreneurs are more likely to score one or two A pluses and the rest C's". Focus and dedication make for successful entreprenuers.

Yap, saya rasa ini bukan merupakan benar-benar sebuah mitos, karena di banyak cerita sukses dari seorang Entreprenuer tak jarang kita menemui bahwa mereka gagal dalam sekolah mereka, seperti Steve Jobs dan Bill Gates.

Namun kita harus menyadari ini bukan menjadi alasan untuk kita melalai pendidikan. Dari apa yang saya baca pada cerita tentang Steve Jobs, dia memang DO namun dia memasuki banyak kelas yang dia sukai diantaranya kelas Typography yang mempelajari tentang seni cetak dan tata huruf. Dan pada akhirnya saya tahu bahwa inilah yang membuat Apple begitu menawan dalam tampilan Software mereka.


  • All leaders are charismatic and their charisma is a key factor in success

Penjelasannya adalah  kita dapat melihat pada Karakter dari orang-orang sukses seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Steve Jobs, Richard Branson, and Bono. Namun lebih dari sekedar karisma, mereka memiliki karakter yang kuat yang memberi mereka keuntungan seperti Visi yang jelas, Berpikir Sistematis, Kemampuan Analisa yang kuat, dan paduan antara Kerendahan hati dan ambisi (humility and ambition ~ humbition) dan disipilin yang luar biasa.

Dalam hal ini, saya tidak mempunyai pendapat lain, karena mitos ini sebelumnya belum pernah ada dalam pikiran saya. Dari dulu hingga sekarang saya tidak benar-benar melihat kecenderungan bahwa para Entrepreuner memiliki kharisma tersendiri, namun saya menyadari untuk menjadi Entrepreuner kita harus memiliki karakter yang kuat yang terangkum dalam Paragraph diatass.


  • Entreprenuer love risk

Penjelasannya adalah sebagian besar Entrepreuner yang sukses tidak menyukai berjudi (gambling). Entreprenuer yang hebat memiliki kemampuan cerdas dalam megambil resiko. Dan mereka bergerak untuk menghindar sebisa mungkin dari resiko dan memperkirakan resiko yang mereka tanggung dengan keuntungan yang mereka dapat dari sebuah perjudian. Ini semua menyangkut tentang mengatur resiko dan mengetahui apa yang kita lakukan.

Cukup logis memang, dan siapa juga yang mau bermain-main dalam dengan sebuah resiko?


  • Entreprenuers is that undisciplines

“On the contrary, successful entrepreneurs must have extreme self because they have few resources no reputation, and a very finite amount of time in which to suceed.”
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa disiplin merupakan salah satu Karakter dari seorang Entreprenuer, dan hal ini seperti menguatkan hal tersebut. Seorang Entreprenuer memilki kemampuan yang terbatas, kita tidak memiliki reputasi karena kita merupakan seorang yang baru memulai dalam bidang ini (start up), kita tidak memiliki memiliki cukup waktu. Jadi satu-satu hal yang harus kita lakukan adalah disiplin yang tinggi.

Sesuatu yang menarik bukan? Dengan mengetahui hal ini, semoga kita dapat menjadi seorang Entreprenuer yang sukses. Bila anda cukup tertarik dengan Course ini anda dapat mengunjungi EdX.org.

0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :