Monday, July 6, 2015

Ditipu

Ah, aku merasa ditipu oleh dunia ini. Bagaimana tidak, ketika aku mengikuti dunia ini dengan sebagian orang-orang yang aku anggap benar dan mengikuti mereka, namun ketika agak jauh melangkah, aku tidak menemukan kebahagiaan dan bagaimana aku merasakan ditipu, yah ditipu. Aku merasa bahwa kebenaran yang diikuti oleh sebagian orang itu adalah kebenaran mutlak yang mesti ada di setiap manusia. Namun ternyata, dilain pihak ada orang-orang dengan kebenarannya masing-masing yang bahagia dan bertekun untuk menjalankan kebenaran yang diyakininya walaupun kebenaran tersebut bertentangan dengan kebenaran lainnya.

Benar ini hal yang berat, seandainya aku bisa meminta untuk memilih, aku ingin meminta untuk memilih hanya bisa benar-benar melihat satu kebenaran yang dipercayai banyak orang, dan lebih menyenangi untuk tidak mengetahui tentang kebenaran lainnya.

Namun aku patut bersyukur, bahwa aku dapat menyadari kebenaran yang tidak mutlak bagi semua orang ini. Bagaimana aku dapat melihat orang-orang dengan kebenaran-kebenarannya yang berbeda, aku bersyukur sekali atas ini. Walau di lain pihak, aku merasa bingung akan hal ini, dan terkadang aku menganggap aku betapa berengsek, bagaimana tidak, dengan mengetahui kebenaran-kebenaran yang diyakini orang, aku dapat memilih kebenaran yang terbaik menurutku.

Walaupun aku hingga sekarang masih berusaha meraba-raba tentang kebenaran yang cocok bagiku. Aku hanya patut berbangga, latar belakang kehidupan yang telah kujalani, dan perjalanan kehidupan ber-Tuhan-ku dapat membuatku berhikmat dalam memilih kebenaran yang harus kuyakini. Dibalik banggaku ini, tersimpan perasaan malu, bagaimana aku dengan bangganya mengakui iman dan kepercayaanku namun masih ragu dengan kebenaran yang harus aku percayai. Brengsek sekali.
Catatan sedikit : Kepercayaan disini bukan pada Tuhan dan Juruselamat, namun pada sesuatu mengenai hidup yang seharusnya aku yakini. Lebih mendekati bagaimana aku memandang akan keberhasilan, kesuksesan, uang, pengaruh, keterkenalan dan hal-hal duniawi lainnya. Tuhan besertaku dan engkau.

0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :