Thursday, September 3, 2015

Selamat Pagi

Setelah lama tidak menulis di blog manapun, dan kemudian kemarin malam aku baru saja terlibat dalam perbincangan dengan seseorang mengenai membaca dan filsafat yang membuat ku terhenyuk ketika ditanya "apakah kamu menulis?" Kontan kujawab dengan apa adanya sudah lama tidak menulis. Disitu aku merasa malu dan merasa harus kembali memulai menulis.

Ada beberapa buku yang telah dan sedang ku baca, diantaranya Madilog-nya Tan Malaka, Max Havelaar-nya Multatuli, The Swordless Samurai Toyotomi Hideyoshi, dan beberapa buku-buku kecil lainnya yang tidak cukup terkenal karena merupakan buku sempilan dari website-website yang bebas untuk didownload. Dan cukup banyak buku yang telah aku masukkan dalam waiting list untuk segera dan harus aku baca.

Beberapa bulan belakangan ini, aku merasa menjadi sangat tidak produktif, dan tidak menghasilkan apa-apa, walaupun aku yakin bahwa otak ini tidak pernah berhenti bergerak dan terus bekerja. Namun tidak ada satupun hasil yang layak di publikasikan atau minimal untuk didokumentasikan. Bahkan sebuah catatan yang seharusnya aku selesaikan sejak Juli yang lalu tidak terselesaikan sampai sekarang.

Yang aku ingat bahwa telah banyak cangkir kopi instan berlalu dan hanya menjadi pembasah tenggorokan, bahkan obat pemacu tidur. Kenapa? Karena setelah aku meminum kopi instan, perutku rasa menjadi nyaman dan hangat, ditambah ketika badan letih karena tidak melakukan apa-apa, sehingga sangat nyaman rasanya untuk mengendurkan otot-otot diatas tempat tidur.

Ah, banyak keresahan yang aku alami, mulai dari banyaknya orang yang sungguh hebat dalam kehidupan sosialnya sehingga membuatku terkadang iri karena komunikasi dia cukup bagus. Kemudian melihat begitu banyak orang-orang yang terjebak dengan perintah pemuka agama alih-alih menjalankan perintah Tuhan. Aku hanya yakin bahwa Tuhan menginginkan kita hambanya untuk menjadi taat dan melakukan kebaikan, dan bukan malah taat kepada perintah pemuka agama yang terkadang bersabda mengatasnamakan Tuhan namun bukan untuk Tuhan.

Dan lagi sebenarnya aku tidak ingin menjadi perusak dalam orang beragama. Namun aku hanya tak ingin semakin banyak orang yang melakukan pembunuhan mengatasnamakanya mengatasnamakan agama, dan banyak hal-hal lainnya. Aku percaya Tuhan, karena aku sadar bahwa aku hanya manusia biasa yang telah merasakan kasih Tuhan, aku tak dapat mengingkarinya.

Hal lain adalah, agar aku semakin gigih dan tekun, tidak mudah berputus-asa dan selalu kuat. Aku hanya semakin yakin bahwa percuma kita terus memuja Tuhan namun kita tak peduli terhadap orang-orang disekitar kita. Terlalu jauh seandainya kita berpikir untuk mati dimedan perang demi kemuliaan Tuhan, Tuhan itu sudah terlalu mulia, bahkan sebelum engkau berpikiran harus mati dalam medan perperangan. Atau hal lainnya adalah kita harus pergi kebangsa-bangsa untuk menjadikan semua bangsa pengikut Tuhan, ini tak ada artinya kalau engkau hanya berkata-kata saja, mengajak mereka berdiskusi tentang Tuhan yang telah menyelamatkan hidup mereka hingga akhirnya mereka dan anda tangis-tangisan, dia percaya tapi kasih yang anda ucapkan hanya teori saja, namun yang kupikir lebih mulia lagi kalau engkau mulai membantunya mengubah nasibnya, memberi mereka pengajaran, membantu kekurangan mereka, mengajari mereka ilmu-ilmu bercocok tanam, beternak dan lain sebagainya, dan yang terpenting biarlah dia merasakan kasih dari Tuhan yang sampai kepada mereka tersalurkan melalui anda. Itu lebih luar biasa menurutku dan lebih mengubahkan hidup, kemudian baru kau katakan bahwa kasih ini dari Tuhan, hanya apalah aku yang sebenarnya tidak berdaya kalau Tuhan tidak menguatkanku. Perkara mereka mau percaya Tuhan atau tidak biarlah Tuhan yang melihat yang terpenting adalah dia telah merasakan kasih Tuhan dan percaya bahwa Tuhan itu memang benar-benar nyata.

Catatan Tambahan :
Malam ini sebelum aku memposting tulisan ini, aku hanya sedikit merasa bersalah. Aku harus benar-benar bertekun dalam hidupku dan percaya. Semoga aku tidak salah, dan tidak ada orang yang tersakiti. 

Diakhir ini aku hanya mau memperjelas bahwa tulisan ini adalah tulisanku pagi ini, dan aku mencoba untuk mencurahkan semua apa yang ada dan terlewat dikepalaku. Ada beberapa hal yang tak tertulis disini, dimana itu merupakan batas antara aku dan kamu sang pembaca. Semoga engkau dan aku selalu berbuat baik dan menjadi pengikut-pengikut Tuhan yang taat dan tidak dibodohi oleh pemimpin agama.


Salam.

H

0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :