Wednesday, December 30, 2015

Communication

Artikel ini merupakan bagian pertama dari seri resemu untuk kuliah online FullbridgeX: Career2x Career Edge: Communication and Teamwork di EdX, Saya sangat menyarankan untuk membaca bagian pendahuluan dari tulisan ini. Untuk anda yang belum membaca bagian pembuka anda dapat membacanya di sini.

Communication

Fundamental Communication

Didalam dunia kerja bahkan didalam kehidupan, komunikasi merupakan hal yang penting. Komunikasi dapat terjadi secara verbal dan nonverbal, dimana yang membedakan antara keduanya ialah dengan adanya ekspresi dari wajah, gerakan tangan dan intonasi berbicara ketika kita berbicara dengan orang lain. Berkomunikasi didunia profesional, harus dilandaskan pada "Pesan apa yang ingin saya sampaikan". Dalam berkomunikasi terdapat 3 tipe dasar dari komunikasi yaitu,


  1. Komunikasi Tertulis (Written Communication), merupakan cara komunikasi paling umum dalam dunia profesional. Komunikasi ini kita gunakan untuk berbagi data, melakukan pembaharuan terhadap status atau penyelesaian masalah di pekerjaan, dan lain sebagainya. Bentuk komunikasi Tertulis ini adalah laporan rutin, email, konten dari website, surat, proposal dan sebagainya.
  2. Komunikasi Verbal atau Lisan (Verbal Communication), merupakan komunikasi yang terjadi dengan menggunakan bahasa yang kita ucapkan melalui percakapan secara langsung, atau melalui telepon, video conference, video call da lain sebagainya. Kemampuan berkomunikasi lisan secara efektif merupakan hal yang sangat penting dan mencerminkan profesionalitas dan pengetahuan anda.
  3. Komunikasi Nonverbal, komunikasi yang kita lakukan dengan menggunakan cara-cara selain bahasa verbal, seperti ekspresi muka, gerakan tubuh (body language), kontak mata dan lain sebagainya. Dengan komunikasi nonverbal dari individu dapat meningkatkan kerjasama tim, anggota tim dapat saling mengetahui kebutuhan dan perasaan yang individu-individu dalam tim rasakan 
Code Switching

Code Switching merupakan pendekatan komunikasi yang digunakan ketika menghadapi lawan bicara kita. Misalnya cara berkomunikasi kita dengan orangtua akan berbeda dengan komunikasi dengan teman sebaya. Dalam dunia Profesional kita harus menyesuaikan bahasa dan suara kita dalam berkomunikasi tergantung kondisi dan situasi serta orang yang dihadapi dalam berkomunikasi. Ada 3 hal yang harus kita perhatikan dalam Code Switching didunia profesional diantaranya,
  1. Pesan yang akan disampaikan, meliputi panjang pesan, seberapa detail, dan seberapa kompleks informasi yang akan kita sampaikan.
  2. Pendengar, hal yang harus diperhatikan ialah lawan bicara kita, dimana pendekatan seperti apa yang harus kita gunakan, dan seberapa formal komunikasi kita, apakah perbincangan dibatasi oleh waktu dan hal lainnya?
  3. Seberapa kritis informasi yang kita sampaikan untuk membuat sebuah keputusan yang dikejar oleh waktu (harus sesegera mungkin dilakukan atau diambil keputusan).
Contohnya ketika kita harus menanyakan pertanyaan singkat pada rekan kerja kita tentang deadline proposal dan hal penting mengenai seberapa penting proposal ini untuk perusahaan dan klien kerja. Dengan pertimbangan Code Switching kita dapat mengambil keputusan untuk menanyakan kepada rekan kerja melalui email atau ketika istirahat makan siang. Hal lainnya ketika manager kita membutuhkan laporan mengenai progress dari pekerjaan, Kita harus memutuskan cara komunikas yang paling efektif untuk dilakukan.

Di tempat kerja, kita harus dapat menyesuaikan diri dan memilih cara komunikasi yang paling tepat yang dapat kita gunakan dengan tepat pada kondisi tertentu. Dalam artian kita dapat berkomunikasi secara tepat dengan bahasa formal atau dengan santai.

Berikut saya sertakan gambar pada lecture tersebut mengenai perbedaan dari masing-masing tipe komunikasi.

Perbedaan dari cara berkomunikasi dengan masing-masing metode komunikasi.
Berikut merupakan beberapa contoh misinterpretasi dalam komunikasi yang sering kita lakukan.
Top Down Thinking Pyramid

Top Down Thinking Pyramid merupakan kerangka berpikir yang dapat digunakan pada setiap tipe komunikasi untuk membentuk struktur dari pesan yang akan kita sampaikan
Top Down-Thinking Pyramid

Penjelasan dari bagian-bagin Top Down Thinking Pyramid

Engage Your Audience

Dalam berkomunikasi yang baik, kita harus melibatkan pendengar dalam berkomunikasi, beberapa tips dalam melibatkan pendengar dalam komunikasi kita sebagai berikut,
  • Know, siapa audience-mu? Pesan yang kita sampaikan hendaknya disesuaikan dengan pendengar, Beberapa pertanyaan yang dapat membantu, Does your audience value numerical data or emotional impact? Is your communication designed to inspire or persuade? Figuring out the needs and desires of your audience can impact the information you should convey, the type and level of detail you should include, which concepts are most relevant, and your tone.
  • Adapt, dalam berkoumnikasi kita juga harus beradaptasi dengan keadaan dan situasi. Dalam hal ini kita harus menyesuaikan dengan keadaan yang saat itu dirasakan oleh pendengar, apakah sudah kelelahan dan butuh sedikit penyegaran?
  • Engage, Libatkan secara langsung, gunakan contoh-contoh yang dekat dengan latar belakang dari pendengar, pakai informasi yang bermaka dan gunakan candaan-candaan yang masih relevan dengan topik.
  • Reinforce, agar hal yang kita sampaikan dapat diingat terus oleh pendengar. Kita harus menggunakan cara-cara yang menarik agar audience dapat memperhatikan kita.
Type of Interpersonal Conflict

Dalam pekerjaan mungkin kita akan menghadapi perbedaan pendapat dan berujung pada perselisihan dan konflik. Kita harus dapat menyelesaikan konflik, berikut merupakan beberapa jenis konflik yang ada,

  • Pseudoconflict, Konflik yang terjadi hingga ejekan, celaan dan penghinaan terhadap individu. Konflik ini dapat diselesaikan dengan permintaan maaf dari pihak yang salah atau dari kedua belah pihak.
  • Fact Conflict, konflik sebagia akibat dari perselisihan karena data, fakta dan informasi. Konflik ini dapat diselesaikan dengan melihat lagi data, fakta dan informasi yang berbeda tersebut.
  • Value Conflict, konflik yang terjadi karena pertentangan dari nilai-nilai yang dianut oleh kedua belah pihak, nilai-nilai tersebut seperti nilai etis dan politis.
  • Policy Conflict, konflik yang terjadi karena pertentangan dari rencana yang telah ditetapkan, tindakan yang akan dilakukan dan kebiasaan. Contoh konflik ini ialah ketika salah satu anggota tim tidak setuju dengan cara-cara yang ditempuh oleh tim.
  • Ego Conflict, konflik yang terjadi karena kedua belah pihak dengan tegas meminta pengakuan dan penghargaan.
  • Meta Conflict, Konflik yang terjadi karena pertentangan dalam mengkomunikasikan pendapat. Hal ini terjadi akibat dari perselisihan panjang yang telah terjadi sebelumnya.
Untuk menyelesaikan konflik-konflik tersebut dapat dilakukan melalui hal berikut,

  • Accomodating, pendekatan ini dengan membicarakan kembali kepentingan individu untuk tujuan yang akan dicapai bersama.
  • Avoidance, cara ini digunakan untuk konflik-konflik kecil yang dapat diabaikan. Konflik-konflik kecil seharusnya tidak dilanjutkan dan dilupakan. Cara ini sebaiknya tidak digunakan terlalu sering, karena akan mengganggu pekerjaan dan perasaan dari individu.
  • Collaboration, Penyelesaian konflik dengan menghadirkan win-win solution yang dapat menghadirkan kepuasan pada kedua belah-pihak.
  • Competition, Pada pendekatan ini, masing-masing pihak ditantang untuk mencapai target yang diberikan, Cara ini dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik-konflik kecil yang harus ditentukan tindakan cepat.
  • Compromise, pendekatan "lose-lose" untuk menyelesaikan konflik yang membutuhkan solusi sementara.

0 comments:

Post a Comment

Mengomentari :